Surat Untuk Saudara ku : Saat Perkara Telah Turun

 Assalamu’alaikum wr wb.

"Bismillahirahmanirahim,

Wahai saudaraku, apabila suafu perkara telah turun kepadamu,  baik berupa kefakiran, kemiskinan dan penyakit serta kelaparan, maka mintalah pertolongan kepada Allah, dan mintalah keridhaan dari Allah. Karena Allah memperhatikan mu, Dia mengetahui apa yang ada dalam hatimu, sementara kamu tidak mengetahuinya. Kamu wajib melaksanakan hukum-Nya pada dirimu. Jika kamu ridha, maka kamu akan mendapatkan pahala yang banyak, dan rasa aman dari katakutan yang dahsyat. Kamu dalam keridhaanmu dan kemurkaan mu, kamu tidak akan bisa melampaui takdir, tidak akan bisa menambah rezeki yang telah dibagikan, pengaruh yang telah ditetapkan, dan ajal yang telah diketahui. Lalu ketentuan manakah ingin kamu inginkan untuk membatalkan semua itu, dengan keinginanmu atau dengan kekuatan apapun yang kamu inginkan untuk menolaknya ketika tiba waktunnya atau kamu menariknya sebelum waktunya. Sekali-kali tidak, demi Allah, perkara Allah harus terlaksana pada dirimu, baik dengan kesukaan darimu ataupun kebencian. 

Apabila kamu tidak menemukan cara untuk ridha, maka kamu wajib menanggungnya. Janganlah kamu mengadu kepada orang yang tidak pantas dijadikan tempat mengadu, dan kepada orang yang tidak pantas untuk bersyukur dan pujian yang agung. 

Apa yang lebih utama daripada nikmatnya, terhadap kita. Bukankah apa yang telah Dia berikan dan maafkan lebih besar daripada ujian dan cobaan. Dalam keadaan demikian, Dia mengetahui dengan tempat kebaikan bagi kita daripada kita sendiri. Jika beberapa perkara telah membuatmu terdesak, maka pasrahkanlah kesabaranmu, lalu kembalilah kepada-Nya dengan keridhaanmu. Mengadulah kepada-Nya tentang keadaanmu, dan hendaklah harapanmu hanyalah Dia. Janganlah kamu menganggap Dia lamban atau berburuk sangka kepada-Nya, karena setiap sesuatu itu mempunyai sebab, dan setiap sebab mempunyai rnasa. 

Setiap keridhaan karena Allah, maka bagi Allah lah jalan keluar, baik segera ataupun menunggu waktu. Barangsiapa yang mengetahui, bahwa dia merasa malu akan mata Allah, yang mana Allah akan melihatnya berharap kepada selain-Nya. Barangsiapa yang yakin dengan pandangan Allah kepadanya, maka dia akan menggugurkan usaha untuk dirinya dalam segala urusan. 

Barangsiapa yang mengetahui, bahwa Allah adalah Dzat Yang Memberikan bahaya dan manfaat, maka dia akan menggugurkan ketakutan kepada makhluk dari hatinya, kemudian dia akan merasa diawasi oleh Allah dalam kedekatannya, dan mencari sesuatu dari tempatnya. Waspadalah untuk tidak menggantungkan hatimu kepada makhluk dengan penggantungan ketakutan atau harapan- Atau kamu menyebar luaskan rahasiamu kepada seseorang pada suatu hari, atau mengadukan keadaanmu kepadanya, atau kamu berpegang teguh terhadap persaudaraanya, atau kamu merasa tenang bersamanya, yang mana di dalamnya ada tempat untuk mengadukan keadaan- Sesungguhnya kekayaan mereka adalah kefakiran, dan kefakiran mereka adalah merasahina dalam kefakirannya. orang yang tahu diantara mereka adalah orang yang bodoh dalam ilmunya lagi keji dalam perbuatannya, kecuali hanya sedikit dari orang yang dilindungi oleh Allah Ta'ala.

Alhamdullilah,
wassalam

Hutan Larangan 30/10/2020 : 00:47

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Surat Untuk Saudara ku : Saat Perkara Telah Turun"

Post a Comment